DieGabStan

Immune0system. Suatu blog yang berisikan tentang pertahanan tubuh manusia. Blog yang sangat jauh dari sempurna ini dibuat oleh tiga siswa SMA Dian Harapan Daan Mogot. Siswa-siswa yang baru saja belajar menggunakan wordpress.com namun pantang menyerah demi mendapatkan nilai biology yang baik serta membagikan pengetahuan mereka tentang THE POWER OF BODY DEFENDER.

Inilah mereka :

David Jonathan

david jonathan

David Jonathan, siswa kelas 11 SMA Dian Harapan Daan Mogot ini tinggal di Perumahan Citra 2.Anaknya sangat ceria sehingga dia sama sekali tidak pernah mengeluh saat mengerjakan wordpress.com ini.

Gabriela Permatasari Gunawan

gabriela permatasari gunawanGabriela Permatasari Gunawan, siswi kelas 11 Dian Harapan ini tinggal di Daan Mogot Baru. Berdasarkan cita-citanya terdahulu, yaitu menjadi dokter, ia menjadi tertari dengan berbagai macam penyakit sehingga mengisi blog ini dengan beberapa macam penyakit yang lumayan aneh.

Stanley Napis

stan;ey napisStanley Napis juga merupakan siswa kelas 11 SMA Dian Harapan Daan Mogot. Ia bertempat tinggal di Kosambi Baru, sehingga membutuhkan perjuangan ekstra bila ingin sampai di sekolah. Dengan hobinya yang aneh tapi nyata, yaiu membaca buku biology, ia mengerjakan blog ini dengan hati yang gembira tanpa terbeban sedikitpun, karena baginya ini sama saja dengan menuangkan isi kepalanya.

MEREKALAH SISWA XI IPA I DIAN HARAPAN DAAN MOGOT, PENCETUS BERDIRINYA IMMUNE0SYSTEM’S BLOG

Iklan

Autoimunitas

Respon imun terlalu aktif menyebabkan disfungsi imun yang disebut autoimunitas. Sistem imun gagal untuk memusnahkan dengan tepat antara diri sendiri dan bukan diri sendiri, dan menyerang bagian dari tubuh. Dibawah keadaan sekitar yang normal, banyak sel T dan antibodi bereaksi dengan peptid sendiri.Satu fungsi sel (terletak di thymus dan sumsum tulang) adalah untuk memunculkan limfosit muda dengan antigen sendiri yang diproduksi pada tubuh dan untuk membunuh sel tersebut yang dianggap antigen sendiri, mencegah autoimunitas.

Autoimunitas adalah kegagalan suatu organisme untuk mengenali bagian dari dirinya sendiri sebagai bagian dari dirinya, yang membuat respon kekebalan melawan sel dan jaringan miliknya sendiri. Beberapa penyakit yang dihasilkan dari kelainan respon kekebalan ini dinamakan penyakit autoimun. Contohnya meliputi penyakit Coeliac, diabetes melitus tipe 1, Systemic Lupus Erythematosus, Sjögren’s syndrome, Churg-Strauss Syndrome, Hashimoto’s thyroiditis, Graves’ disease, idiopathic thrombocytopenic purpura, dan  (RA).

Systemic Lupus Erythematosus

Sjögren's syndrome

Churg-Strauss Syndrome

Hashimoto's thyroiditis

idiopathic thrombocytopenic purpura

rheumatoid arthritis

Kesalahan yang menyebabkan sistem kekebalan melawan suatu individu yang seharusnya dilindunginya bukanlah hal yang baru. Paul Ehrlich pada awal abad ke 20 mengajukan konsep horror autotoxicus, di mana jaringan suatu organisme dimakan oleh sistem kekebalannya sendiri. Semua respon autoimun dulunya dipercaya sebagai hal yang abnormal dan dikaitkan dengan suatu kelainan. Namun saat ini diketahui bahwa respon autoimun adalah bagian terpisah dari sistem kekebalan vertebrata, umumnya untuk mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan oleh toleransi imunologikal terhadap antigen milik sendiri.

Alergi

alergi

Alergi adalah sebuah reaksi yang dilakukan tubuh terhadap masuknya sebuah “benda asing”. Ketika sebuah substansi tak dikenal masuk, antigen, tubuh akan meningkatkan daya imunitasnya untuk bekerja lebih giat.

Normalnya, sistem kekebalan tubuh akan memproteksi tubuh dari daya rusak yang dilakukan benda asing tersebut, bakteri atau racun. Akan tetapi, jika tubuh melakukan reaksi berlebihan terjadi hipersensivitas. Hal ini disebabkan berlebihnya kandungan IgE dalam darah.

SIFAT-SIFAT ALERGI :

  1. Pencetus suatu alergi disebut allergen. Debu, pollen, tumbuh-tumbuhan tertentu, obat-obatan, jenis makanan spesifik, bulu serangga, virus, atau bakteri, tergolong dalam hal ini.
  2. Reaksi yang terjadi bisa timbul di satu titik, seperti di kulit, bulu mata, atau mungkin juga di sekujur tubuh.
  3. Biasanya timbul satu atau beberapa gejala pengiring yang mengikuti reaksi alergi.

alergi kulit

Dalam kasus tertentu, reaksi alergi diidap si penderita sepanjang hidupnya. Setiap tahun di Amerika Serikat, sekitar 400 orang meninggal akibat penggunaan penisilin yang salah kaprah. Juga 50 orang meninggal akibat alergi saat disengat lebah dan gigitan semut. Namun perlu diingat, sebagian besar alergi adalah hal yang umum terjadi dan akibat yang ditimbulkan tidak begitu serius. Tingkat parahnya penderita alergi tergantung daya tahan tubuh.

TERJADINYA REAKSI ALERGI :

A. Sel darah putih merupakan sistem imunitas tubuh paling utama.

  1. Saat antigen memasuki tubuh, secara otomatis seluruh jaringan tubuh akan melakukan suatu proses kompleks untuk mengenali benda asing tersebut.
  2. Sel darah putih menghasilkan antibodi spesifik untuk melawan antigen. Proses ini disebut sensitisasi.
  3. Antibodi bekerja dengan mendeteksi dan merusak substansi yang menyebabkan penyakit.  Pada reaksi alergi, antibodi dikenal sebagai immunoglobulin E, atau IgE.

B. Antibodi ini memerintah “para mediator” untuk memproduksi semacam zat yang mampu mengurangi kadar kimia dan hormon yang dimiliki antigen.

  1. Mediator yang umum dikenal diantaranya adalah Histamin.
  2. Mediator mempunyai efek meningkatkan aktivitas sel darah putih. Inilah yang memungkinkan terjadinya gejala yang mengikuti.
  3. Jika hadirnya mediator dirasa sudah cukup, reaksi alergi bisa dikatakan telah berakhir.

C. Macam-macam pencetus alergi yang dikenali oleh umum :

  1. Jenis makanan tertentu, vaksin dan obat-obatan, bahan berbahan dasar karet, aspirin, debu, bulu binatang, dan lain sebagainya.
  2. Sengatan lebah, gigitan semut api, penisilin, kacang-kacangan. Biasanya reaksi yang ditimbulkan akan berlebihan dan bisa mengakibatkan alergi serius di sekujur tubuh.
  3. Penyebab minor; suhu udara panas ataupun dingin, dan kadar emosi yang berlebihan.
  4. Sering kali, allergen secara spesifik sukar untuk diidentifikasi meskipun di masa lampau pernah mengalami gejala serupa.

F. Alergi tidak berkaitan dengan garis keturunan si penderita. Bisa jadi satu anggota keluarga terkena alergi, sementara yang lain tidak pernah terkena.

G. Orang-orang tertentu yang mudah terjangkiti reaksi alergi:

  1. Pernah mengalami alergi tertentu pada masa sebelumnya.
  2. Penderita asma
  3. Orang yang mengalami gangguan pada saluran pernapasannya.
  4. Penderita polip
  5. Penderita infeksi pada sinus, telinga, atau pangkal tenggorokan.
  6. Orang yang memiliki kulit sensitif

PENGOBATAN :

Ada beberapa cara untuk mengobati reaksi alergi. Pilihan tentang pengobatan dan bagaimana cara pemberian disesuaikan dengan gejala yang dirasakan.

A. Untuk jenis alergi biasa, seperti reaksi terhadap debu atau bulu binatang, pengobatan yang dilakukan disarankan adalah:

  1. Prescription antihistamines, seperti cetirizine (Zyrtec), fexofenadine (Allerga), dan Ioratadine (Claritin), dapat mengurangi gejala tanpa menyebabkan rasa kantuk. Pengobatan ini dilakukan sesaat si penderita mengalami reaksi alergi. Jangka waktu pemakaian hanya dalam satu hari, 24 jam.
  2. Nasal corticosteroid semprot. Cara pengobatan ini dimasukkan ke dalam mulut atau melalui injeksi. Bekerja cukup ampuh dan aman dalam penggunaan, pengobatan ini tidak menyebabkan efek samping. Alat semprot bisa digunakan beberapa hari untuk meredakan reaksi alergi, dan harus dipakai setiap hari. Contoh: fluticasone (Flonase), mometasone (Nasonex), dan triamcinolone (Nasacort).

B. Untuk reaksi alergi spesifik. Beberapa jenis pengobatan yang dapat dilakukan untuk menekan gejala yang mengikuti :

  1. Epinephrine
  2. Antihistamines, seperti diphenhydramine (Benadryl)
  3. Corticosteroids

C. Pengobatan lain yang bisa diberikan jika dibutuhkan :

  1. Pada orang tertentu, cromolyn sodium semprot mencegah alergi rhinitis, inflamasi di hidung.
  2. Decongestan dapat menghilangkan ingus pada sinus. Tersedia dalam bentuk cairan yang dimasukkan ke mulut dan semprot. Digunakan hanya beberapa hari, namun terjadi efek samping seperti tekanan darah yang meningkat, detak jantung yang menguat, dan gemetaran.

PENCEGAHAN :

Para spesialis alergi, Allergist, bisa diminta pendapat untuk mengidentifikasi jenis alergi Anda. Ada berbagai macam tes identifikasi pencetus alergi:

  1. Tes kulit, biasa dilakukan dan hasil yang ditunjukkan sangat memuaskan. Jaringan kulit akan diperiksa secara mendetail hingga dihasilkan laporan lengkap tentang kesehatan kulit si penderita.
  2. Tes darah (RAST), biasa dikenal sebagai tes identifikasi antibodi (IgE) untuk menentukan spesifikasi antigen.
  3. Tes-tes lain yang dilakukan untuk mengurangi allergen di lingkungan sekitar.

tes alergi


PERAWATAN TERHADAP REAKSI ALERGI :

Kenali pencetus alergi yang Anda derita. Jika tubuh Anda reaktif terhadap kacang, jangan makan kacang. Dengan mengurangi bahkan menghindari penyebab terjadinya reaksi alergi, Anda akan terbebas dari alergi.

Perawatan-sendiri di rumah tidak cukup untuk menghilangkan reaksi alergi. Perlu dilakukan pengobatan darurat. Hal-hal yang perlu diperhatikan :

  1. Jangan pernah menunda untuk berobat ke dokter. Memutuskan sendiri cara pengobatan dan jenis obat apa yang dikonsumsi bisa memperparah alergi.
  2. Jika Anda mengendarai mobil/motor, usahakan untuk meminta antar orang terdekat Anda. Ini dimaksudkan untuk mengurangi dampak kecelakaan saat membawa kendaraan.
  3. Patuhi apa yang direkomendasikan oleh dokter. Kelalaian Anda dalam mengikuti prosesur pengobatan akan menjadikan hasil perawatan mundur.

AIDS

aids

Apakah AIDS?

  • Penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang merusak sistem kekebalan tubuh.
  • Virus penyebab AIDS adalah HIV (Human Immunodeficiency Virus)
  • Penderita AIDS yang meninggal, bukan semata-mata disebabkan oleh virus AIDS, tetapi juga oleh penyakit lain yang sebenarnya bisa ditolak, seandainya sistem kekebalan tubuh tidak rusak oleh virus AIDS.

virus

Bagaimana  AIDS menular?

  • 75-85 % Penularan terjadi melalui hubungan seks (5-10 % diantaranya melalui hubungan homoseksual)
  • 5-10 % akibat alat suntik yang tercemar (terutama pada pemakai narkotika suntik)
  • 3-5 % melalui transfusi darah yang tercemar
  • 90 % infeksi pada bayi dan anak terjadi dari Ibu yang mengidap HIV
  • 25-35 % bayi yang dilahirkan oleh Ibu pengidap HIV akan menjadi pengidap HIV

Apa saja gejala AIDS?

  • Rasa lelah berkepanjangan
  • Sesak nafas dan batuk berkepanjangan
  • Berat badan turun secara menyolok
  • Pembesaran kelenjar (di leher, ketiak, lipatan paha) tanpa sebab yang jelas
  • Bercak merah kebiruan pada kulit (kanker kulit)
  • Sering demam (lebih dari 38 °C) disertai keringat malam tanpa sebab yang jelas
  • Diare lebih dari satu bulan tanpa sebab yang jelas

Siapa kelompok resiko tertinggi?

  • Siapa saja yang memiliki perilaku seksual berganti-ganti pasangan

Bagaimana mencegah AIDS?

  • Tidak berganti-ganti pasangan seksual
  • Pencegahan kontak darah, misalnya pencegahan terhadap penggunaan jarum suntik yang diulang
  • Dengan formula A-B-C
    • ABSTINENSIA artinya tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah
    • BE FAITHFUL artinya jika sudah menikah hanya berhubungan seks dengan pasangannya saja
    • CONDOM artinya pencegahan dengan menggunakan kondom

condom

Cara Mendapatkan Kekebalan Tubuh

Cara Mendapatkan Kekebalan Tubuh


  1. 1. Kekebalan Tubuh Alami

Kekebalan tubuh yang ada semenjak kita lahir dan biasanya bersifat tidak spesifik, contoh : pertahanan tubuh yang dihasilkan oleh kulit, membran mukosa, dll

  1. 2. Kekebalan Tubuh Dapatan
  • Kekebalan tubuh dapatan aktif

Kita mendapatkan antigen sehingga tubuh kita membentuk antibodi untuk menghancurkan antigen tersebut, biasanya kekebalan tubuh ini bersifat mengingat, hal ini yang menyebabkan kita tidak dapat terkena cacar air lebih dari sekali.

  • Kekebalan tubuh dapatan aktif alami : bila tubuh terserang penyakit. Missal : cacar air, maka akan dibentuk antibody khusus dan bersifat emngingat.
  • Kekebalan tubuh dapatan aktif buatan : melalui imunisasi / vaksinasi, kita diberikan antigen yang telah dilemahkan sehingga tubuh menganggap bahwa antigen tersebut perlu dihancurkan sehingga tubuh membentuk antibody khusus. Contoh : vaksin polio, bila suatu saat ada virus polio menyerang tubuh kita, tubuh telah mempunyai memori dan dengan mudah dan cepat akan mengeluarkan antibodi spesifik bagi virus polio tersebut
  • Kekebalan tubuh dapatan pasif

Kita mendapatkan antibody secara mentah-mentah, yang siap pakai.

  • Kekebalan tubuh dapatan pasif alami : melalui ASI ibu maupun immunoglobulin yang ditransfer melalui plasenta
  • Kekebalan tubuh dapatan pasif buatan : melalui suntikan antibodi

Organ Tubuh yang Terlibat Dalam Pertahanan Tubuh Manusia

ORGAN TUBUH YANG TERLIBAT DALAM PERTAHANAN TUBUH MANUSIA

Pusat Penyiapan Pasukan: Sumsum Tulang


Ketika bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, banyak orang terkena radiasi dan meninggal sepuluh atau lima belas hari kemudian disebabkan oleh pendarahan di dalam atau infeksi. Percobaan pada hewan yang dilakukan untuk mengetahui apa yang terjadi pada korban tersebut menunjukkan bahwa radiasi terhadap sekujur tubuh membunuh sel generatif dalam organ pembentuk darah dan limfoid. Tanpa sel yang bertanggung jawab untuk penggumpalan dan berperang melawan musuh, maka tubuh akan mati.

Pabrik pembuat sel penting tersebut adalah sumsum tulang. Hebat-nya, dari pabrik ini dihasilkan berbagai jenis sel yang berbeda. Sejumlah sel yang dihasilkan di sini berperan dalam produksi fagosit, sebagian lainnya berperan dalam penggumpalan darah, dan sebagian lainnya lagi dalam penguraian senyawa. Di samping dari segi struktur-nya, sel-sel ini juga berbeda dalam fungsinya.

Sangatlah menakjubkan bahwa sistem produksi yang sangat khusus ini bekerja membuat sel-sel berbeda tetapi ditujukan untuk tujuan sama. Agaknya di sini ada penghalang yang tak dapat ditembus bagi teori evolusi yang mengatakan bahwa organisme multisel berasal dari evolusi organisme satu sel.

Jadi, bagaimana mungkin sel yang terbentuk secara kebetulan dapat membangun suatu sistem yang mampu memproduksi sel-sel baru de-ngan struktur yang persis sama dengan mereka? Ini ba-gai ribuan batu bata yang terhambur ke udara karena suatu ledakan di pabriknya, dan pada saat berjatuhan secara kebetulan saling bertumpang tindih menyusun suatu bangunan baru. Belum cukup, pada bangunan baru ini harus pula ada pabrik lain untuk membuat batu bata baru.

Harus diingat bahwa penciptaan tubuh manusia jutaan kali lebih hebat daripada bangunan tadi. Sel, yang merupakan blok pembangun tubuh, memiliki rancangan yang terlalu sempurna untuk dibandingkan dengan produk buatan manusia. Analogi antara sel dan batu bata ini hanya untuk memperjelas betapa dusta-nya hipotesis evolusionis.

Fakultas di Dalam Tubuh Kita: Timus


Menurut pengamatan biologis, timus tampak seperti organ biasa tanpa suatu fungsi khusus. Namun demikian, jika dikaji secara rinci, pekerjaannya sangatlah menakjubkan. Di dalam timuslah limfosit men-dapat semacam pelatihan. Tidak, Anda tidak salah baca. Sel-sel limfosit ini mendapat pelatihan di timus.

Pelatihan adalah transfer informasi, yang dapat dilaksanakan ter-hadap makhluk hidup yang memiliki tingkat kecerdasan tertentu. Jadi ada suatu poin penting yang perlu disebutkan di sini. Yang memberikan pelatihan adalah segumpal daging, yaitu timus, dan yang menerimanya adalah suatu sel yang amat kecil. Menurut analisis terakhir, keduanya adalah makhluk hidup yang tidak memiliki kesadaran akan hal ini.

Di akhir pelatihan, limfosit dilengkapi dengan kumpulan informasi yang sangat penting. Mereka mempelajari cara mengenali karakteristik khusus sel tubuh. Dapat dikatakan bahwa limfosit diajarkan mengenai identitas sel-sel di dalam tubuh. Terakhir, sel-sel limfosit meninggalkan timus dengan bermuatan informasi. Dengan demikian, ketika limfosit bekerja dalam tubuh, mereka tidak menyerang sel-sel yang identitasnya pernah diajarkan, melainkan hanya menyerang dan membinasakan sel-sel lainnya yang bersifat asing.

Selama bertahun-tahun timus dianggap sebagai organ vestigial atau organ yang belum berkembang sempurna dan oleh para ilmuwan evolusionis dimanfaatkan sebagai bukti evolusi. Namun demikian, pada tahun-tahun belakangan ini, telah terungkap bahwa organ ini merupakan sumber dari sistem pertahanan kita. Setelah hal ini dipahami, para evolusionis itu beralih mengemukakan teori yang sangat berlawanan mengenai organ yang sama. Mereka mengklaim bahwa timus tidak eksis sebelumnya, dan berasal dari evolusi yang bertahap. Mereka masih tetap mengatakan bahwa timus terbentuk melalui periode evolusi yang lebih panjang dibanding banyak organ lainnya. Akan tetapi, tanpa timus, atau tanpa timus yang telah tumbuh dan berkembang sempurna, sel-sel T tidak akan pernah belajar mengenali musuh, dan sistem pertahanan tidak akan ber-fungsi. Seseorang tanpa sistem pertahanan tidak akan hidup. Bahkan bahwa Anda sekarang sedang membaca kalimat ini adalah suatu bukti bahwa timus tidak diciptakan melalui proses evolusi yang panjang, melain-kan bahwa timus telah selalu eksis dengan sempurna dan utuh, sejak manusia pertama.

Sel-sel kekebalan (limfosit T)

yang telah

dilatih di kelenjar timus

Organ Serbaguna: Limpa


Unsur menakjubkan lain-nya dari sistem pertahanan kita adalah limpa. Limpa terdiri dari dua bagian: pulp merah dan pulp putih. Limfosit yang baru dibuat di pulp putih mula-mula dipindahkan ke pulp merah, lalu mengikuti aliran darah. Kajian saksama mengenai tugas yang dilak-sanakan organ berwarna merah tua di bagian atas abdomen ini menying-kapkan gambaran luar biasa. Fungsinya yang sangat sulit dan rumitlah yang membuatnya sangat menakjubkan.

Tugas limpa, seperti berkontribusi pada produksi sel, fagositosis, perlindungan sel darah merah, dan pembangunan kekebalan, sangat pen-ting sekaligus sulit. Tentu saja, limpa juga hanya segumpal daging, sama seperti organ-organ lainnya. Namun ia menunjukkan kinerja dan tingkat kecerdasan tak terduga dari sekadar segumpal daging. Ia mengorgani-sasikan segalanya, tidak membiarkan terjadinya masalah, dan juga beker-ja tanpa istirahat..

1. Produksi Sel

Sumsum tulang janin di rahim ibunya tidak sepenuhnya mampu memenuhi fungsinya memproduksi sel-sel darah. Sumsum tulang mam-pu mengerjakan tugas ini hanya setelah lahir. Akankah bayi ini terkena anemia saat di dalam kandungan ?

Tidak. Pada tahap ini, limpa akan bermain dan memegang kendali. Merasakan bahwa tubuh mem-butuhkan sel darah merah, trombosit, dan granulosit, maka limpa mulai memproduksi sel-sel ini selain memproduksi limfosit yang merupakan tugas uta-manya.

Namun demikian limpa adalah segumpal da-ging yang tidak memiliki kesadaran. Ia tidak memi-liki kemampuan untuk mengemban tanggung jawab seperti itu. Di samping itu, seandainya ia memang begitu, bagaimana cara ia dilengkapi dengan infor-masi dan komponen yang dibutuhkan untuk mem-produksi sel-sel dan protein yang sangat kompleks ini? Allah yang menciptakan tubuh manusia, menciptakan limpa, dan melengkapinya dengan sistem produksi dan stimulus sedemikian rupa, sehingga jika diperlukan, memungkinkan dia bertanggung jawab pada tugas-tugas lain selain tugas utamanya.

2. Fagositosis

Limpa mengandung sejumlah besar makrofag (sel pembersih). Makrofag menelan dan mencernakan sel darah merah dan sel darah lainnya yang rusak dan tua, serta bahan-bahan lain yang dibawa darah ke limpa.

Ada satu sistem daur ulang kimiawi yang sangat penting di sini. Sel makrofag di dalam limpa mengubah protein hemoglobin, yang ditemu-kan dalam komposisi sel darah merah yang ditelannya, menjadi bilirubin, yaitu pigmen empedu. Kemudian bilirubin ini dikeluarkan ke sirkulasi vena dan dikirim ke hati. Dalam bentuk ini ia dapat saja dikeluarkan dari tubuh bersama-sama empedu. Akan tetapi, molekul besi dalam bilirubin yang akan dibuang ini merupakan bahan langka yang sangat berharga untuk tubuh. Oleh karena itu zat besi ini diserap kembali di bagian tertentu usus halus. Dari sana, zat besi ini mula-mula menuju ke hati lalu ke sumsum tulang. Di sini, tujuannya adalah untuk membuang bilirubin yang merupakan bahan berbahaya, sekaligus untuk memperoleh kembali zat besi.

Keseimbangan bilirubin penting untuk tubuh kita. Kesalahan sekecil apa pun pada sistem ini akan mengakibatkan hal serius. Salah satu contoh terbaik adalah jika bilirubin melebihi tingkat tertentu maka timbul sakit kuning. Namun demikian, sel-sel dalam tubuh, seakan-akan menyadari bahaya ini, membuang bahan-bahan berbahaya dari tubuh kita dengan ketepatan tinggi sembari memilah bahan-bahan yang bermanfaat dan kembali menggunakannya.

3. Gudang Sel Darah Merah

Keterampilan limpa tidak hanya itu. Limpa menyimpan sejumlah ter-tentu sel darah (sel darah merah dan trombosit). Kata “menyimpan” mungkin menimbulkan kesan seakan ada ruang terpisah dalam limpa yang dapat dijadikan tempat penyimpanan. Padahal limpa adalah organ kecil yang tak memiliki tempat untuk sebuah gudang. Dalam kasus ini limpa mengembang supaya ada tempat tersedia untuk sel darah merah dan trombosit. Limpa yang mengembang disebabkan oleh suatu penyakit juga memungkinkan memiliki ruang penyimpanan yang lebih besar.

4. Kontribusi dalam Peperangan

Saat terjadi infeksi yang disebabkan oleh mikroba atau ada penyakit lainnya, maka tubuh menyiapkan serangan bela diri dari musuh, men-dorong sel-sel prajurit untuk menggandakan diri. Pada saat-saat seperti ini limpa menambah produksi limfosit dan makrofag. Jadi, limpa juga berpartisipasi dalam “operasi darurat” yang dilancarkan saat penyakit akan membahayakan tubuh.

Pusat Produksi Lainnya: Nodus Getah Bening (Limfa)

Dalam tubuh manusia ada semacam angkatan kepolisian dan organisasi intel kepolisian yang tersebar di seluruh tubuh. Pada sistem ini terdapat juga kantor-kantor polisi dengan polisi penjaga, yang juga dapat menyiapkan polisi baru jika diperlukan. Sistem ini adalah sistem limfatik dan kantor-kantor polisi adalah nodus limfa. Polisi dalam sistem ini ada-lah limfosit.

Sistem limfatik ini merupakan suatu keajaiban yang bekerja untuk kemanfaatan bagi umat manusia. Sistem ini terdiri atas pembuluh limfa-tik yang terdifusi di seluruh tubuh, nodus limfa yang terdapat di beberapa tempat tertentu pada pembuluh limfatik, limfosit yang diproduksi oleh nodus limfa dan berpatroli di sepanjang pembuluh limfatik, serta cairan getah bening tempat limfosit berenang di dalamnya, yang bersirkulasi dalam pembuluh limfatik.

Cara kerja sistem ini adalah sebagai berikut: Cairan getah bening dalam pembuluh limfatik menyebar di seluruh tubuh dan berkontak dengan jaringan yang berada di sekitar pembuluh limfatik kapiler. Cairan getah bening yang kembali ke pembuluh limfatik sesaat setelah melaku-kan kontak ini membawa serta informasi mengenai jaringan tadi. Infor-masi ini diteruskan ke nodus limfatik terdekat pada pembuluh limfatik. Jika pada jaringan mulai merebak permusuhan, pengetahuan ini akan diteruskan ke nodus limfa melalui cairan getah bening.

Jika setelah pengamatan atas sifat-sifat musuh ini terdeteksi adanya bahaya, maka dikeluarkan tanda bahaya. Pada tahap ini, di nodus limfa dimulailah produksi limfosit dan sel prajurit lainnya dengan sangat cepat.

Setelah tahap produksi, prajurit baru diangkut ke garis depan medan perang. Prajurit baru ini berjalan dari nodus limfa ke pembuluh limfatik melalui cairan getah bening. Mereka berdifusi ke dalam aliran darah dari pembuluh limfatik, dan akhirnya sampai di medan perang. Inilah sebabnya nodus getah limfa pada daerah yang terinfeksi membengkak ter-lebih dahulu. Hal ini menunjukkan bahwa produksi limfosit pada daerah tersebut meningkat.

Sekarang, coba kita ringkas sistem ini:

– Suatu transportasi khusus yang meliputi seluruh tubuh.

– Stasiun nodus limfa yang tersebar di daerah berbeda di seluruh tubuh.

– Operasi intel yang ditujukan terhadap sel-sel musuh.

– Produksi prajurit sesuai dengan hasil laporan intel.

Sistem ini akan ambruk jika kehilangan salah satu saja dari elemennya. Dan mustahil baginya untuk berasal mula dari pengembangan bertahap sepanjang waktu. Misalnya, suatu sistem dengan limfosit dan nodus limfa tetapi tanpa pembuluh darah limfatik akan menjadi tak berguna. Sistem ini akan bekerja baik hanya jika semua elemennya tercipta secara simultan.

Tonsil

Tonsil disebut juga amandel. Tonsil terletak di bagian kanan dan kiri pangkal tenggorokan. Tonsil memiliki kelenjar yang mampu mensekresikan banyak limfosit, sehingga tonsil dapat berfungsi untuk membunuh bibit penyakit dan melawan infeksi pada saluran pernapasan bagian atas dan faring.

Sistematika kerja Antibodi

Cara Kerja Antibodi

Antibodi bekerja menghancurkan antigen melalui beberapa cara, yaitu penetralan, pengendapan, pelekatan, dan aktivasi protein komplemen.

a. Penetralan

Antibodi menetralkan  racun atau toksin yang dihasilkan oleh bakteri (antigen) dan menjadikannya tidak berbahaya sehingga dapat disekresi dari tubuh melalui tubulus-tubulus ginjal.

b. Pengendapan (Presipitasi)

Antibodi mengendapkan molekul-molekul antigen dengan cara menjadikan mereka membentuk gumpalan-gumpalan yang tidak larut. Dalam bentuk demikian, antigen-antigen dapat ditelan oleh sel-sel fagosit, dicerna, dan dijadikan tidak berbahaya.

c. Pelekatan

Antibodi melekat pada sel-sel mikroorganisme (antigen) sebagai opsonin sehingga antigen tersebut dapat difagosit dan dihancurkan oleh neutrofil.

d. Aktivasi Protein Komplemen

Antibodi bekerja sama dengan protein komplemen dalam plasma, melekat pada dinding sel antigen, dan mengidentifikasi mereka untuk sel-sel T.

Antibodi dan jenis-jenis Antibodi

ANTIBODI

Antibodi merupakan biomolekul yang tersusun atas protein dan dibentuk sebagai respons terhadap keberadaan benda-benda asing yang tidak dikehendaki di dalam tubuh kita. Benda-benda asing itu disebut antigen. Tiap kali ada benda-benda asing yang masuk ke dalam tubuh diperlukan 10-14 hari untuk membentuk antibodi. Antibodi dihasilkan oleh limfosit B atau sel-sel B. Antibodi digunakan untuk menetralkan atau menghancurkan antigen yang masuk ke dalam tubuh. Setiap detik sekitar 2.000 molekul antibodi diproduksi oleh sel-sel B. Salah satu contoh peristiwa yang melibatkan antibodi adalah ketika kulit kita terkena infeksi karena luka maka akan timbul nanah. Nanah itu merupakan limfosit atau sel-sel B yang mati setelah berperang melawan antigen.

Antibodi dapat ditemukan pada aliran darah dan cairan nonseluler. Antibodi memiliki struktur molekul yang bersesuaian dengan antigen secara sempurna, seperti anak kunci dengan lubangnya. Tiap jenis antibodi spesifik terhadap antigen jenis tertentu.

1. Jenis-jenis Antibodi

Antibodi disebut juga immunoglobulin (Ig) atau serum protein globulin, karena berfungsi untuk melindungi tubuh lewat proses kekebalan (immune). Ada lima macam immunoglobulin, yaitu IgG, IgM, IgA, IgE, dan IgD.

a. Immunoglobulin G (IgG)

IgG terbentuk 2-3 bulan setelah infeksi, kemudian kadarnya meninggi dalam satu bulan, menurun perlahan-lahan, dan terdapat selama bertahun-tahun dengan kadar yang rendah. IgG beredar dalam tubuh dan banyak terdapat pada darah, sistem getah bening, dan usus. Senyawa ini akan terbawa aliran darah langsung menuju tempat antigen berada dan menghambatnya begitu terdeteksi. Senyawa ini memiliki efek kuat antibakteri maupun virus, serta menetralkan racun. IgG juga mampu menyelinap diantara sel-sel dan  menyingkirkan mikroorganisme yang masuk ke dalam sel-sel dan kulit. Karena kemampuan serta ukurannya yang kecil, IgG merupakan satu-satunya antibodi yang dapat dipindahkan melalui plasenta dari ibu hamil ke janin dalam kandungannya untuk melindungi janin dari kemungkinannya infeksi yang menyebabkan kematian bayi sebelum lahir. Selanjutnya immunoglobulin dalam kolostrum (air susu ibu atau ASI yang pertama kali keluar), memberikan perlindungan kepada bayi terhadap infeksi sampai sistem kekebalan bayi dapat menghasilkan antibodi sendiri.

b. Immunoglobulin A (IgA)

Immunoglobulin A atau IgA ditemukan pada bagian-bagian tubuh yang dilapisi oleh selaput lendir, misalnya hidung, mata, paru-paru, dan usus. IgA juga ditemukan di dalam darah dan cairan tubuh lainnya, seperti air mata, air liur, ASI, getah lambung, dan sekresi usus.

Antibodi ini melindungi janin dalam kandungan dari berbagai penyakit. IgA yang terdapat dalam ASI akan melindungi sistem pencernaan bayi terhadap mikroba karena tidak terdapat dalam tubuh bayi yang baru lahir.

c. Immunoglobulin M (IgM)

Antibodi ini terdapat pada darah, getah bening, dan pada permukaan sel-sel B. Pada saat antigen masuk ke dalam tubuh, Immunoglobulin M (IgM) merupakan antibodi pertama yang dihasilkan tubuh untuk melawan antigen tersebut. IgM terbentuk segera setelah terjadi infeksi dan menetap selama 1-3 bulan, kemudian menghilang.

Janin dalam rahim mampu memproduksi IgM pada umur kehamilan enam bulan. Jika janin terinfeksi kuman penyakit, produksi IgM janin akan meningkat. IgM banyak terdapat di dalam darah, tetapi dalam keadaan normal tidak ditemukan dalam organ maupun jaringan. Untuk mengetahui apakah janin telah terinfeksi atau tidak, dapat diketahui dari kadar IgM dalam darah.

d. Immunoglobulin D (IgD)

Immunoglobulin D atau IgD juga terdapat dalam darah, getah bening, dan pada permukaan sel-sel B, tetapi dalam jumlah yang sangat sedikit. IgD ini bertindak dengan menempelkan dirinya pada permukaan sel-sel T, mereka membantu sel-sel T menangkap antigen.

e. Immunoglobulin E (IgE)

Immunglobulin E atau IgE merupakan antibodi yang beredar dalam aliran darah. Antibodi ini kadang juga menimbulkan reaksi alergi akut pada tubuh. Oleh karena itu, tubuh seorang yang sedang mengalami alergi memiliki kadar IgE yang tinggi. IgE penting melawan infeksi parasit, misalnya skistosomiasis, yang banayk ditemukan di negara-negara berkembang.

Pertahanan Tubuh Spesifik

Pertahanan Tubuh Spesifik

Pertahanan tubuh spesifik dikenal juga dengan nama sistem kekebalan.

Respons kekebalan ini meliputi produksi protein pertahanan tubuh spesifik, disebut antibodi, yang dilakukan oleh limfosit. Limfosit dapat ditemukan di dalam sumsum tulang, pusat limfatik, kelenjar ludah, limpa, tonsil, dan persendian. Limfosit memiliki peran sangat penting untuk melawan penyakit-penyakit menular, seperti AIDS, kanker, rabies, dan TBC.

Ada dua macam limfosit, yaitu limfosit B dan limfosit T. Keduanya mengalami mengalami pembelahan sel yang cepat dalam menanggapi antigen spesifik, tetapi fungsi keduanya berbeda (walaupun saling bergantung).

Limfosit B dihasilkan oleh sel-sel batang (stem cells) di dalam sumsum tulang. Limfosit B dinamakan sel-sel B (berasal dari kata Bone marrow/ sumsum tulang). Sel-sel B memproduksi antibodi yang digunakan untuk menyerang musuh. Jumlah limfosit B atau sel B adalah 25% dari jumlah total limfosit tubuh.

Setelah diproduksi di sumsum tulang, sebagian limfosit bermigrasi ke kelenjar timus. Di dalam kelenjar timus, limfosit tersebut akan membelah diri dan mengalami pematangan. Limfosit ini dinamakan limfosit T karena berasal dari kelenjar timus. Limfosit T disebut juga sel T. Jumlahnya mencapai 70% dari seluruh jumlah limfosit tubuh. Sel T berfungsi sebagai bagian dari sistem pengawasan kekebalan.

Sebuah sel (limfosit) T

Pertahanan Tubuh tidak Spesifik Internal

Pertahanan Tubuh tidak Spesifik Internal

Pertahanan tubuh tidak spesifik internal terdiri atas aksi fagositosis, respon peradangan, dan senyawa antimikroba.

1) Fagositosis

Fagositosis merupakan mekanisme penelanan benda asing, terutama mikroba, oleh sel-sel tertentu, khususnya sel-sel darah putih. Berbagai sel yang dapat melakukan fagositosis, antara lain neutrofil, monosit, makrofag, dan eosinofil.

Fagositosis bakteri oleh makrofag

2) Respons Peradangan

Peradangan adalah tanggapan atau respons cepat setempat terhadap kerusakan jaringan yang disebabkan oleh teriris, tergigit, tersengat, ataupun infeksi mikroorganisme. Tanda-tanda suatu bagian tubuh mengalami peradangan, antara lain berwarna kemerahan, terasa nyeri, panas, dan membengkak.

Terjadinya peristiwa peradangan, adanya daerah yang terluka dan terinfeksi mikroba akan menyebabkan pembuluh darah arteriola prakapiler mengalami dilatasi (pelebaran serta peningkatan permeabilitas) dan pembuluh venula pascakapiler menyempit. Hal itu akan meningkatkan aliran darah pada daerah yang terluka sehingga bagian tersebut meningkat suhunya dan berwarna kemerahan. Sementara itu, pembengkakan (edema) pada bagian yang meradang disebabkan oleh meningkatnya cairan yang keluar dari jaringan akibat peningkatan permeabilitas kapiler darah. Pelebaran dan peningkatan permeabilitas pembuluh darah itu dipicu oleh senyawa kimia histamin. Sumber utama histamin adalah sel-sel mast (sel-sel besar pada jaringan ikat) dan basofil dalam darah. Keduanya bersama-sama dengan keping darah. Keduanya bersama-sama dengan keping-keping darah melekat pada pembuluh darah yang rusak.

Pelebaran diameter dan permeabilitas pembuluh darah akan meningkatkan laju aliran darah dan unsur-unsur pembekuan darah (keping-keping darah) ke daerah yang mengalami luka atau infeksi. Pembekuan darah tersebut berfungsi untuk mentolerir mikroba penginfeksi agar tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain. Kerusakan jaringan juga mengirimkan senyawa kemokin yang berfungsi memanggil sel-sel fagosit untuk segera datang ke daerah yang terluka tersebut.

Pada respons peradangan, fagosit yang pertama kali berperan adalah neutrofil dan diikuti monosit yang berubah menjadi makrofag. Neutrofil akan memangsa mikroba patogen. Neutrofil dapat mendeteksi kehadiran mikroba karena mikroba itu telah diselubungi oleh opsonin. Opsonin adalah antibodi lain yang dibentuk dalam aliran darah atau komplemen protein khusus yang diaktifkan oleh kehadiran mikroba. Begitu opsonin melekat pada mikroba, mikroba tersebut ditelan dan dicerna oleh neutrofil. Sementara itu, di samping memangsa mikroba patogen, makrofag juga berfungsi membersihkan sisa-sisa jaringan yang rusak dan sisa-sisa neutrofil yang mati.

3) Senyawa Antimikroba

Protein antimikroba yang berperan dalam pertahanan tidak spesifik ini adalah protein komplemen dan interferon. Cara kerja antimikroba ini terutama adalah untuk menghancurkan sel-sel mikroba yang masuk atau untuk menghambat agar mikroba asing tersebut tidak dapat bereproduksi.

a) Protein Komplemen

Protein Komplemen merupakan agen antimikroba yang terdiri atas sekitar 20 protein serum. Di dalam tubuh, senyawa ini berada dalam kondisi tidak aktif. Adanya infeksi mikroba akan mengaktifkan protein pertama dan dan selanjutnya akan mengaktifkan protein kedua, demikian seterusnya, melalui serangkaian reaksi yang berurutan. Protein komplemen yang telah aktif akan bekerja secara sistematis untuk melisiskan berbagai mikroba pengifeksi.

b) Interferon

Interferon merupakan senyawa kimia yang dihasilkan oleh makrofag sebagai respon adanya serangan virus yang masuk ke dalam tubuh. Interferon merupakan senyawa antivirus yang bekerja menghancurkan virus dengan cara menghambat perbanyakan virus dengan cara menghambat perbanyakan virus dalam sel-sel tubuh.

Mekanisme interferon melawan virus

« Older entries