Pertahanan Tubuh Spesifik

Pertahanan Tubuh Spesifik

Pertahanan tubuh spesifik dikenal juga dengan nama sistem kekebalan.

Respons kekebalan ini meliputi produksi protein pertahanan tubuh spesifik, disebut antibodi, yang dilakukan oleh limfosit. Limfosit dapat ditemukan di dalam sumsum tulang, pusat limfatik, kelenjar ludah, limpa, tonsil, dan persendian. Limfosit memiliki peran sangat penting untuk melawan penyakit-penyakit menular, seperti AIDS, kanker, rabies, dan TBC.

Ada dua macam limfosit, yaitu limfosit B dan limfosit T. Keduanya mengalami mengalami pembelahan sel yang cepat dalam menanggapi antigen spesifik, tetapi fungsi keduanya berbeda (walaupun saling bergantung).

Limfosit B dihasilkan oleh sel-sel batang (stem cells) di dalam sumsum tulang. Limfosit B dinamakan sel-sel B (berasal dari kata Bone marrow/ sumsum tulang). Sel-sel B memproduksi antibodi yang digunakan untuk menyerang musuh. Jumlah limfosit B atau sel B adalah 25% dari jumlah total limfosit tubuh.

Setelah diproduksi di sumsum tulang, sebagian limfosit bermigrasi ke kelenjar timus. Di dalam kelenjar timus, limfosit tersebut akan membelah diri dan mengalami pematangan. Limfosit ini dinamakan limfosit T karena berasal dari kelenjar timus. Limfosit T disebut juga sel T. Jumlahnya mencapai 70% dari seluruh jumlah limfosit tubuh. Sel T berfungsi sebagai bagian dari sistem pengawasan kekebalan.

Sebuah sel (limfosit) T

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: